thumbnail

Mengenai Variable Costing


Download

PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI

Metode Variable Costing & Full Costing


Perbandingan Metode Full Costing dengan Metode Variable Costing.

Full Costing

Yakni merupakan metode penentuan harga pokok produksi, yang membebankan seluruh biaya produksi baik yang berperilaku tetap maupun variabel kepada produk. Dikenal juga dengan  Absortion atau Conventional Costing. Perbedaan tersebut terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi tetap, dan akan mempunyai akibat pada :

1.      Perhitungan harga pokok produksi dan
2.      Penyajian laporan laba-rugi. 

Metode Full Costing 

Harga Pokok Produksi : 
Biaya bahan baku                                        Rp.  xxx.xxx
Biaya tenaga kerja langsung                       Rp.  xxx.xxx
Biaya overhead pabrik tetap                       Rp.  xxx.xxx
Biaya overhead pabrik variabel                  Rp.  xxx.xxx 
Harga Pokok Produk                                   Rp.  xxx.xxx

Dengan menggunakan Metode Full Costing, 

1.      Biaya Overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang sesungguhnya. 2.      Selisih BOP akan timbul apabila BOP yang dibebankan berbeda dengan BOP yang sesungguh- nya  terjadi.

Catatan :  

Pembebanan BOP lebih (overapplied factory overhead), terjadi jika jml BOP yang dibebankan lebih besar dari BOP yang sesungguhnya terjadi.

Pembebanan BOP kurang (underapplied factory overhead), terjadi jika jml BOP yang dibebankan lebih kecil dari BOP yang sesungguhnya terjadi.

3.      Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual, maka pembebanan biaya overhead pabrik lebih atau kurang tsb digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok yang masih dalam persediaan (baik produk dalam proses maupun produk jadi)

4.      Metode ini akan menunda pembebanan biaya overhead pabrik tetap sebagai biaya samapi saat produk yang bersangkutan dijual.

Variable Costing :

 Merupakan suatu metode penentuan harga pokok produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi variabel saja. Dikenal juga dengan istilah : direct costing

Harga Pokok Produksi : 

Biaya bahan baku                                             Rp.  xxx.xxx
Biaya tenaga kerja langsung                           Rp.  xxx.xxx
Biaya overhead pabrik variabel                       Rp.  xxx.xxx 
Harga Pokok Produk                                        Rp.  xxx.xxx


Dengan menggunakan Metode Variable Costing, 

1.      Biaya Overhead pabrik tetap diperlakukan sebagai period costs dan bukan sebagai unsur harga pokok produk, sehingga biaya overhead pabrik tetap dibebankan sebagai biaya dalam periode terjadinya. 

2.      Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku dijual, BOP tetap tidak melekat pada persediaan tersebut tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya. 

3.      Penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat jika dengan penundaan tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama periode yang akan datang.


Penyajian Laporan Laba Rugi
 

Laporan Laba-Rugi

 ( Metode Full Costing )
  
Hasil penjualan                                       Rp.     500.000
Harga pokok penjualan                          Rp.     250.000 
Laba Bruto                                                Rp.     250.000 
Biaya administrasi dan umum               Rp.       50.000
Biaya pemasaran                                    Rp.       75.000
Laba Bersih Usaha                                 Rp .    125.000  

Ket : Laporan Laba-rugi tsb menyajikan biaya-biaya menurut hubungan biaya dengan fungsi pokok dalam perusahaan manufaktur, yaitu fungsi produksi, fungsi pemasaran dan fungsi administrasi dan umum.  

Laporan Laba-Rugi

( Metode Variable Costing )

Hasil penjualan                                                     Rp.  500.000
Dikurangi Biaya-biaya Variabel :        
    Biaya produksi variabel           Rp.  150.000        
    Biaya pemasaran variabel        Rp.    50.000        
    Biaya adm. & umum variabel   Rp.    30.000    
                                                                                 Rp.  230.000
Laba kontribusi                                                      Rp.  270.000 

Dikurangi Biaya Tetap
Biaya produksi tetap                      Rp.    100.000  
Biaya pemasaran tetap                   Rp.      25.000
Biaya Adm & umum tetap              Rp.      20.000
                                                                                  Rp.  145.000
Laba Bersih Usaha                                               Rp   125.000 

Manfaat Informasi yang Dihasilkan oleh Metode Variable Costing 

Laporan keuangan yang disusun berdasar metode Variable Costing bermanfaat bagi manajemen untuk : 

(1)        Perencanaan laba jangka pendek
(2)        Pengendalian biaya dan
(3)        Pembuatan keputusan.

(1)  Perencanaan laba jangka pendek

 Dalam jangka pendek, biaya tetap tidak berubah dengan adanya perubahan volume kegiatan, sehingga hanya biaya variabel yang perlu dipertimbangkan oleh manajemen  Laporan laba-rugi variable costing menyajikan dua ukuran penting : (1) laba kontribusi dan (2) operating laverage. 

Hasil Penjualan            :  Rp. 1000
Biaya Variabel               :  Rp.   600
Laba Kontribusi           :  Rp.   400
Biaya Tetap                   :  Rp.   300
Laba Bersih                 :  Rp.   100

 Ratio Laba Kontribusi :  Laba kontribusi  = 400/1000                                           
                                          Hsl Penjualan
 Operating Laverage    :  Laba kontribusi  = 400/100                                      
                                          Laba bersih  

Misal :

Dalam rencana anggaran diputuskan untuk menaikkan harga jual 12%. Maka dampak dari kenaikan ini terhadap laba jangka pendek dapat ditentukan : 

12% x 40% =  4,8% 

Laporan laba rugi yang memisahkan biaya tetap dan variabel, memungkinkan juga manajemen melakukan analisis hubungan biaya, volume dan laba.

(2)  Pengendalian Biaya 

Biaya tetap dalam variable costing dapat dikelompokkan ke dalam dua golongan yakni : discretionary fixed cost dan committed fixed cost.

 Discretionary fixed cost merupakan biaya yang berperila- ku tetap karena kebijakan manajemen. Dalam jangka pendek biaya ini dapat dikendalikan oleh manajemen. 

Sedangkan committed fixed cost merupakan biaya yang timbul dari pemilikan pabrik, ekuipmen dan organisasis pokok. Dalam jangka pendek biaya tersebut tidak dapat dikendalikan oleh manajemen.

(3)  Pengambilan Keputusan


Pihak manajemen dengan menggunakan metode variable costing dapat menentukan pengambilan keputusan misal dalam hal pesanan khusus. 

1.      Perbandingan metode Full Costing dengan Variabel Costing
2.      Perhitungan Rugi/Laba menurut metode Variable Costing
3.      Pengumpulan biaya dalam metode Variable Costing
4.      Manfaat Informasi yang dihasilkan oleh metode Variabel Costing
5.      Kelemahan metode Variable Costing
6.      Variable Costing dengan metode Harga Pokok Pesanan 
         Variable Costing dengan metode Harga Pokok Proses.

sumber
thumbnail

Mengenai Akuntansi Manajemen


Download
Akuntansi Manajemen

Akuntansi Manajemen dapat dipandang dari dua sudut yaitu akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe akuntansi dan akuntansi manajemen sebagai salah satu tipe informasi. Sebagai salah satu tipe akuntansi, akuntansi manajemen merupakan suatu system pengolahan informasi keuangan yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan bagi kepentingan pemakai intern organisasi. Sebagai salah satu tipe informasi, akuntansi manajemen merupakan tipe informasi kuantitatif yang menggunakan uang sebagai suatu ukuran, yang digunakan untuk membantu manajemen dalam pelaksanaan pengelolaan perusahaan.


Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Akuntansi

Akuntansi adalah proses pengolahan data keuangan untuk menghasilkan informasi keuangan yang digunakan untuk memungkinkan pengambilan keputusan melakukan pertimbangan berdasarkan informasi dalam pengambilan keputusan. Sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan, akuntansi dapat dibagi menjadi dua tipe, yaitu akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen. Kedua tipe akuntansi ini mempunyai karakteristik yang berlainan disebabkan oleh perbedaan pemakai informasi yang dihasilkan oleh kedua tipe akuntansi tersebut. Akuntansi keuangan merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen puncak dan pihak luar organisasi sedangkan akuntansi manajemen merupakan tipe akuntansi yang mengolah informasi keuangan yang terutama untuk memenuhi keperluan manajemen dalam melaksanaan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi.

Pemakai Informasi Akuntansi

Perbedaan akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen sebagai suatu sistem pengolahan informasi keuangan terletak pada:

1.      Dasar pencatatan
2.      Fokus informasi
3.      Lingkup informasi
4.      Sifat laporan yang dihasilkan
5.      Keterlibatan dalam perilaku manusia
6.      Disiplin sumber yang melandasi


Hal yang Sama di antara Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen

Meskipun terdapat berbagai perbedaan di antara akuntansi keuangan dengan akuntansi manajemen, ada dua hal yang sama dalam kedua tipe akuntansi tersebut. Pertama, prinsip akuntansi yang berterima umum dalam akuntansi keuangan kemungkinan besar juga merupakan prinsip pengukuran yang relevan dalam akuntansi manajemen. Kedua, akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen menggunakan informasi operasi yang sama sebagai bahan baku untuk menghasilkan informasi yang disajikan kepada pemakainya.

Perkembangan Peran Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Akuntansi

Peran akuntansi manajemen sebagai sistem pengolah informasi keuangan dalam perusahaan dibagi menjadi tiga tingkat perkembangan, yaitu:


1.      Pencatat skor (score keeping)
Akuntansi manajemen mencatat skor dan mengkomunikasikan skor kepada manajer yang bersangkutan untuk memungkinkan manajemen mengevaluasi pelaksanaan rencana yang telah disusun.

2.      Penarik perhatian manajemen (attention directing)
Sebagai penarik perhatian manajemen, akuntansi menyajikan informasi penyimpangan pelaksanaan rencana yang memerlukan perhatian manajemen agar manajemen dapat merumuskan tindakan untuk mencegah berlanjutnya penyimpangan yang terjadi. Tahap perkembangan ini hanya dapat dicapai jika akuntansi manajemen telah dapat menjadi pencatat skor yang baik.

3.      Penyedia informasi untuk pemecahan masalah (problem solving)
Jika manajemen telah mengandalkan informasi yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen maka mereka akan selalu mengundangnya dalam setiap pengambilan keputusan pemecahan masalah yang akan mereka lakukan.


Akuntansi Manajemen sebagai Suatu Tipe Informasi

Akuntansi merupakan salah satu informasi kuantitatif dan akuntansi manajemen merupakan salah satu tipe informasi akuntansi di antara dua tipe informasi yang lain, informasi operasi dan informasi akuntansi keuangan. Umumnya informasi kuantitatif lebih berperan dalam mengurangi ketidakpastian bila dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif sehingga umumnya dalam pengambilan keputusan bisnis, manajemen lebih bertumpu pada informasi kuantitatif dibandingkan dengan informasi nonkuantitatif. Accounting is a business languange. Sudah dikenal bahwa akuntansi merupakan suatu bahasa bisnis. Sebagai suatu bahasa, akuntansi merupakan alat untuk berpikir manajer dalam bisnis dan untuk mengkomunikasikan pikiran-pikiran bisnis manajer kepada bawahan dan atasannya, kepada manajer lain, dan kepada pihak luar. Berpikir bisnis berarti berpikir secara ekonomis rasional.

Informasi akuntansi sebagai bahasa bisnis dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu:


1.      Informasi operasi
2.      Informasi akuntansi keuangan
3.      Informasi akuntansi manajemen

Informasi akuntansi manajemen dapat dihubungkan dengan tiga hal, yaitu objek informasi, alternatif yang akan dipilih dan wewenang manajer.


Manfaat Informasi Akuntansi Manajemen


Akuntansi manajemen sebagai suatu tipe informasi dikelompokkan menjadi tiga, yaitu informasi akuntansi penuh, informasi akuntansi diferensial dan informasi akuntansi pertanggungjawaban.

Informasi akuntansi penuh (full accounting information) dapat mencakup informasi masa lalu maupun informasi masa yang akan datang. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang lalu bermanfaat untuk pelaporan informasi keuangan kepada manajemen puncak dan pihak luar perusahaan, analisis kemampuan untuk menghasilkan laba, mengetahui biaya yang telah dikeluarkan untuk suatu kegiatan, fdan penentuan harga jual dalam cost-type contract. Informasi akuntansi penuh yang berisi informasi masa yang akan datang bermanfaat untuk penyusunan program, penentuan harga jual normal, penetuan harga transfer, dan penentuan harga jual yang diatur dengan peraturan pemerintah.

Informasi akuntansi diferensial (differential accounting information) merupakan taksiran perbedaan aktiva, pendapatan dan biaya dalam alternatif tindakan tertentu dibandingkan dengan alternatif tindakan yang lain. Informasi akuntansi diferensial mempunyai dua unsur pokok yaitu merupakan informasi masa yang akan datang dan berbeda di antara alternatif yang dihadapi oleh pengambil keputusan. Informasi ini diperlukan oleh manajemen untuk pengambilan keputusan mengenai pemilihan alternatif tindakan yang terbaik di antara alternatif yang tersedia.

Informasi akuntansi pertanggungjawaban (responsibility accounting information) merupakan informasi aktiva, pendapatan dan biaya yang dihubungkan dengan manajer yang bertanggungjawab atas pusat pertanggungjawaban tertentu. Informasi ini dapat dijadikan dasar untuk menganalisis kinerja manajer dan sekaligus untuk memotivasi para manajer dalam melaksanakan rencana mereka yang dituangkan dalam anggaran mereka masing-masing. Informasi akuntansi pertanggungjawaban menekankan hubungan antara informasi keuangan dengan manajer yang bertanggungjawab terhadap perencanaan dan pelaksanaannya sehingga informasi ini merupakan informasi yang sangat penting dalam proses pengendalian manajemen.


Trend yang Mempengaruhi Akuntansi Manajemen


Trend yang menyebabkan perubahan akuntansi manajemen diantaranya:
1.      Kemajuan teknologi informasi
2.      Implementasi Just-In Time (JIT) manufacturing
3.      Meningkatnya tuntutan mutu
4.      Meningkatnya diversifikasi, kompleksitas produk dan semakin pendeknya daur hidup produk
5.      Diperkenalkannya computer-integrated manufacturing


Dampak Perkembangan Teknologi Informasi terhadap Kebutuhan Manajemen akan Informasi Akuntansi


Perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap teknologi pembuatan produk, sejak saat didesain dan dikembangkan, diproduksi sampai pada pendistribusian ke konsumen. Selain itu, perkembangan teknologi informasi mempunyai dampak terhadap sistem pengolahan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen. Dampaknya antara lain:
1.      Informasi biaya produk yang lebih cermat
2.      Informasi biaya overhead yang cermat
3.      Informasi biaya daur hidup produk


Respon Akuntansi Manajemen terhadap Kebutuhan Manajemen akan Informasi Akuntansi


Untuk memenuhi kebutuhan manajemen akan informasi di dalam perusahaan-perusahaan yang menggunakan teknologi informasi maju, akuntansi manajemen melakukan berbagai perubahan yang sifatnya mendasar, diantaranya:

1.      Akuntansi manajemen melepaskan dominasi akuntansi keuangan dengan memfokuskan perekayasaan informasi akuntansi untuk memenuhi kebutuhan manajemen.

2.      Akuntansi manajemen memanfaatkan teknologi computer untuk merekayasa informasi biaya produk yang lebih cermat.

3.      Akuntansi manajemen berusahan mencerminkan konsumsi sumber daya alam setiap aktivitas untuk menghasilkan produk dengan menerapkan activity-based cost system

4.      Akuntansi manajemen menciptakan target costing untuk memungkinkan manajemen menerapkan market-drivent strategy dalam memasuki pasar dunia

5.      Akuntansi manajemen menyajikan informasi product-life-cycle cost untuk memungkinkan manajemen melakukan strategic cost analysis


Sistem Informasi Akuntansi: Pendahuluan

Sistem Informasi Akuntansi (SIA) merupakan sistem yg digunakan memproses data dan transaksi guna menyediakan infomasi yang diperlukan oleh user untuk merencanakan, mengendalikan dan mengoperasikan bisnis. Untuk menghasilkan informasi, SIA harus melakukan:


  •  Mengumpulkan transaksi dan data lain dan memasukkan dalam SIA
  • Memproses data
  • Menyimpan data untuk masa yang akan datang
  • Menyediakan informasi yang diperlukan dengan menghasilkan laporan dan memungkinkan melakukan query
  • Mengendalikan proses, sehingga informasi yang dihasilkan akurat dan dapat dipercaya.

Arti Penting SIA

· SIA menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan
· SIA akan memenuhi kebutuhan informasi :
1)  internal: management accounting
2)  eksternal: financial accounting

· Informasi akuntansi mempunyai 2 peran:
1) untuk mengidentifikasi situasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan
2) mengurangi ketidakpastian

Bagaimana SIA memberikan value bagi bisnis?

· Value chain
· Value-added (customer & business) vs non-value-added
· IT disini digunakan untuk:


1) memaksimumkan aktifitas customer-value-added

2) meminimumkan cost dan memaksimumkan efektifitas aktivitas busineesvalue added
3) mengurangi non-value-added activity

Menggunakan SIA untuk memberikan value bagi bisnis

· memperbaiki produk atau jasa dengan meningkatkan kualitas dan mengurangi cost
· meningkatkan efisiensi
· tersedianya informasi yang tepat waktu dan dapat dipercaya untuk mengambil keputusan

· memberikan competitive advantage

· memperbaiki komunikasi
· memperbaiki pemakaian pengetahuan

INFORMASI


· Data (bahan baku informasi): fakta yang dimasukkan, disimpan dan diproses oleh SIA
· Informasi: data yang terorganisasi, berarti, dan berguna

· Sifat informasi:

o Eksternal _ mandatory dan essential
o Internal _ discretionary
· Nilai (value) informasi
o value = benefit – cost
o benefit:


ketidakpastian yang berkurang :
_ improved decision

_ perencanaan dan penjadwalan yang semakin baik
cost:

_ mendapatkan data
_ memproses data
_ menyimpan data
_ melaporkan

Karakteristik Informasi yg Berguna :

1. Relevant (relevan) _ menambah pengetahuan atau nilai bagi pengambil keputusan dengan mengurangi ketidakpastian, meningkatkan kemampuan untuk meramalkan atau mengkonfirmasi atau membetulkan harapan sebelumnya.
2. Reliable (dapat dipercaya) _ tidak ada kesalahan atau tidak bias dan akurat untuk suatu kejadian atau aktivitas organisasi

3. Complete (lengkap) _ tidak mengabaikan data penting
4. Timely (tepat waktu) _ tersedia tepat waktu untuk pengambilan keputusan
5. Understandable (dapat dimengerti) _ dalam bentuk yang dapat dimengerti
6. Verifiable (dapat dibuktikan kebenarannya) _ menghasilkan informasi yang sama dari dua orang yang saling independen.

Sistem Informasi


· Sistem: beberapa komponen yang bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan

· Sistem informasi merupakan sistem yang digunakan untuk mengorganisasikan pengumpulan, pemasukkan, pemrosesan dan penyimpanan, pengaturan, pengendalian, dan pelaporan informasi sehingga organisasi dapat mencapai tujuannya
thumbnail

Penganggaran Modal (Capital Budgeting)


Download


Penganggaran Modal adalah proses menganalisis potensi investasi aktiva tetap  dan keputusan penganggaran modal mungkin adalah keputusan paling penting yang harus diambil oleh para manajer keuangan.

A.    MENILAI PERINGKAT PROYEK
Proses menganalisis potensi investasi aktiva tetap dapat dilakukan dengan lima teknik analisis penganggaran modal :
  1. Periode pembayaran kembali .(Payback Period)
  2. Metode pembayaran kembali terdiskonto ( Discounted payback period)
  3. Metode nilai sekarang bersih (NPV-Net Present Value)
  4. Tingkat pengembalian internal (IRR- Internal Rate of Return)
  5. Metode IRR yang dimodifikasikan (MIRR-Modified IRR)
     A.1. Periode Pembayaran Kembali
Periode pembayaran kembali didefinisikan sebagai sejumlah tahun yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya suatu proyek Metode ini mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali  dan tidak mempertimbangkan nilai waktu dari uang. Akan tetapi , pembayaran kembali memberikan indikasi mengenai risiko dan likuiditas suatu proyek, karena menunjukkan berapa lama modal yang diinvestasikan akan berada dalam risiko.

      A.2. Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto
     Metode Pembayaran Kembali Terdiskonto mirip dengan metode pembayaran kembali biasa kecuali bahwa metode ini mendiskontokan arus kas pada tingkat biaya modal proyek. Metode ini mempertimbangkan nilai waktu dari uang tetapi mengabaikan arus kas diluar periode pembayaran kembali.

A.3.Metode Nilai Sekarang Bersih (NPV)
      Metode Nilai Sekarang Bersih mendiskontokan seluruh arus kas pada tingkat biaya modal proyek dan kemudian menjumlahkan arus-arus kas tersebut. Proyek akan diterima jika NPV-nya positif.

 A.4. Metode Pengembalian Internal (IRR)
      Metode pengembalian internal didefinisikan sebagai tingkat diskonto yang memaksa NPV proyek sama dengan nol. Proyek akan diterima jika IRR-nya lebih besar daripada biaya modal.

A.5. Metode IRR yang dimodifikasi.(MIRR)
      Metode NPV dan IRR akan menghasilkan keputusan penerimaan / penolakan yang sama untuk proyek-proyek yang independen, tetapi jika proyek-proyek tersebut saling eksklusif, maka dapat terjadi konflik peringkat. Jika terjadi konflik peringkat, maka sebaiknya menggunakan metode NPV. Metode NPV dan IRR lebih unggul daripada metode pembayaran kembali, tetapi NPV lebih unggul dari IRR, karena NPV berasumsi arus kas akan diinvestasikan  kembali pada tingkat biaya modal perusahaan , sedangkan IRR berasumsi arus kas akan diinvestasikan kembali pada tingkat IRR proyek. Investasi kembali pada tingkat biaya modal umumnya adalah asumsi yang lebih baik karena lebih mendekati kenyataan.

      Metode IRR yang dimodifikasi memperbaiki masalah yang terdapat dalam IRR biasa. MIRR melibatkan perhitungan nilai akhir (TV) dari arus kas masuk yang dimajemukkan pada tingkat biaya modal perusahaan dan kemudian menentukan tingkat diskonto yang memaksa nilai sekarang TV menjadi sama dengan nilai sekarang arus kas keluar.

      CONTOH SOAL :
Anda adalah seorang analis keuangan . Direktur penganggaran modal telah meminta  anda untuk  menganalisis dua usulan investasi modal, Proyek S dan Proyek T. Masing-masing proyek memiliki biaya sebesar $ 10.000 dan biaya modal dari setiap proyek adalah 12 % . Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah 12 %. Ekspektasi arus kas bersih proyek adalah sebagai berikut :
EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH
TAHUN
PROYEK S
PROYEK T
0
($10.000)
($10.000)
1
      6.500
     3.500
2
      3.000
     3.500
3
      3.000
     3.500
4
      1.000
     3.500

Pertanyaan :
1. Hitunglah periode pembayaran kembali, nilai sekarang bersih (NPV). Tingkat pangembalian internal (IRR) dan tingkat pengembalian internal yang dimodifikasikan (MIRR) setiap proyek
2. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat independent
3. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika mereka bersifat saling eksklusif

JAWABAN :
DIKETAHUI :
1. Tahun sebelum pengembalian penuh
Proyek S sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($6.500 + $ 3.000 + $ 500= $10.000). JADI  Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2
Proyek T sesuai ekspektasi arus kas (tabel soal) modal akan kembali pada tahun ketiga ($3.500 + $ 3.500 + $3.500= $10.000) JADI  Tahun sebelum pengembalian penuh adalah tahun ke-2
2. Biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun
*= -$10.000- $6.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 6.500)= -$3.500
 = - $3.500- $3.000 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.000)= - $500
JADI Proyek S, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah   - $ 500
*= -$10.000- $3.500 (lihat tabel soal tahun pertama diharapkan arus kas 3.500)= -$6.500
 = - $6.500- $3.500 (lihat tabel soal tahun kedua diharapkan arus kas $3.500)= -$3.000
JADI Proyek T, biaya yang belum dikembalikan pada awal tahun adalah   - $ 3.000

HASIL EKSPEKTASI ARUS KAS BERSIH (CFt)
TAHUN
PROYEK S
PROYEK T
0
 ($10.000)
 ($10.000)
1
     (3.500)*
     (6.500)
2
      ( 500)
     (3.000)
3
      2.500
         500
4
      3.500
      4.000

1. a. Pembayaran Kembali
                                          Tahun sebelum                        Biaya yang belum dikembalikan  
                                          pengembalian penuh        +      pada awal tahun
Pembayaran kembali S   =                                                                             _______________________________________
                                                                                                                                        Arus kas selama tahun berjalan
                                            
Pembayaran kembali s   = 2 +  $ 5.00/ $ 3.000 =2,17 years
Pembayaran kembali t    = 2+ $3.000/$3.500   =2,86 years

1.b.NILAI SEKARANG BERSIH
                         CF1        CF                      CFn
NPV= CF0 +______+  ______  +……   + _____
                     (1+k)1          (1+k)2                            (1+k)n
           =   n         CFt
                 ∑     ______
            t=0  (1+k)t          
NPV  S = -$10.000+$6.500/(1,12)1+$3.000/(1,12)2+$3.000/(1,12)3+$1000/(1,12)4
                    =   $.966,01
NPV  T = -$10.000+$3.500/(1,12)1+$3.500/(1,12)2+$3.500/(1,12)3+$3.500/(1,12)4
                    =   $.630,72            

1.c. TINGKAT PENGEMBALIAN INTERNAL
                         CF1               CF                          CFn
IRR =0 = CF0 +______+         ______  +……   +      _____
                     (1+IRR)1          (1+IRR)2                            (1+IRR)n
                0 =   n            CFt
                          ∑      ______
                  t=0  (1+IRR)t          

IRR S = 18,0 %
IRR T = 15,0%
1.d MODIFIKASI IRR
                 PV BIAYA = PV NILAI AKHIR
                                                                               n         CIFt (1+k)n-1
                                                                              ∑  
                                                    t=0
                n         COFt 
                 ∑     ______ =     __________________________
            t=0  (1+k)t                (1+MIRR)n


                   PV BIAYA =        TV
                                       ______________
                                         
                                      (1+MIRR)n

TV  S = $6.500/(1,12)3+$3.000/(1,12)2+$3.000/(1,12)1+$1000  = $17.255,23
TV  T = $3.500/(1,12)3+$3.500/(1,12)2+$3.500/(1,12)1+$3.500 = $16.727,65
MIRR S= 14,61%
MIRR T= 13,73%      
   
B.    MENGAMBIL KEPUTUSAN PROYEK DALAM PENGANGGARAN MODAL
2. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika independen
Proyek yang mendapat peringkat lebih tinggi
1. metode pembayaran kembali                             proyek S
2. NPV                                                                   proyek S
3. IRR                                                                     proyek S
2. MIRR                                                                 proyek S
Seluruh metode menghasilkan peringkat Proyek S berada di atas Proyek T. Tambahan lagi, kedua proyek dapat diterima menurut criteria NPV, IRR, dan MIRR, jadi kedua proyek seharusnya akan diterima jika kedua proyek tersebut independent
3. Manakah proyek yang sebaiknya diterima jika eksklusif
Kita akan memilih proyek S karena nilai NPV lebih tinggi pada k=12%